[Video] Pemberian Pakan Pelet Pada Ikan Sidat – part 1

Kali ini saya akan posting video cara pemberian pakan pelet pada ikan sidat dengan cara yang baik dan benar. Menjawab banyak pertanyaan rekan-rekan yang bingung dengan cara pembuatan pasta pelet untuk ikan sidat dan cara pemberian pakan yang benar, maka saya sempatkan membuat video singkatnya. Videonya saya buat jadi dua bagian.

Ini video Pemberian Pakan Pelet Pada Ikan Sidat – bagian 1

 

Bahan yang harus disiapkan:

  • Pelet untuk sidat (protein minimal 45%)
  • Air bersih secukupnya
  • Wadah plastik untuk mencampur adonan pasta
  • Tali plastik

 

Dipublikasi di Video | Tag , , | Tinggalkan komentar

Unagi kabayaki

Kabayaki (蒲焼) Adalah istilah umum jepang untuk sepiring makanan laut yang di fillet, dibuang tulangnya dan dicelupkan ke dalam kecap manis- saus dasar sebelum dipanggang di atas panggangan.

Secara umum, kabayaki mengacu pada hidangan yang dibuat dengan Unagi (sidat kalau diindonesia).Unagi  Kabayaki  sangat populer sebagai makanan bergizi, penghasil stamina .  Banyak orang masih mengikuti kebiasaan dari zaman Edo makan kabayaki selama musim panas, terutama pada hari tertentu yang disebut “doyo-no Ushi-no-hi”, yang pada pertengahan musim panas.

Di daerah Kanto (Timur Jepang), sidat di fillet dari bagian belakangnya dan dikukus sebelum dipanggang, sementara di daerah Kansai (barat Jepang) sidat dibuka pada perut dan langsung panggang tanpa dikukus.  Meskipun kabayaki  sering disajikan sendirian, kabayaki juga disajikan dengan nasi dan disebut unadon bila disajikan dalam mangkuk besar dan unaju ketika disajikan dalam sebuah kotak makanan berjenjang. Sebuah hidangan yang berhubungan adalah  MAMUSHI .

Dipublikasi di Artikel | Tag | 1 Komentar

Calon Spesies Baru Sidat

Sidat, kalau boleh dibilang adalah binatang petualang, karena fase hidupnya yang berpindah-pindah dari tiap fasenya, namun karena sudah melalang buana tersebut akhirnya ikan ini menjadi sangat mahal dan terkenal di luar sana. Berikut kutipan dari hasil penelitian seorang ahli sidat.

Jakarta, Kompas – Sedikitnya lima karakter genetik baru ikan sidat
ditemukan dalam studi keragaman, distribusi, dan kelimpahan di
perairan Indonesia periode 2004-2006. Temuan itu berpeluang menjadi
spesies baru atau variasi intra-spesies.
Untuk sementara, temuan itu diberi nama Anguilla sp. Yang sudah bisa
dipastikan, tujuh dari 18 jenis sidat di dunia ada di perairan Indonesia. “Dari tujuh jenis itu, ada kemungkinan yang endemik, tetapi masih harus dikaji lagi,” kata Hagi Yulia Sugeha, peneliti sidat pada Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, pekan lalu di Jakarta.
Ikan sidat tergolong jenis ikan yang kurang populer di Indonesia. Secara fisik, sidat mirip belut. Bedanya, sidat bertubuh seperti pipa. Di dekat kepala ada sejenis telinga, dan ada sirip pada bagian atas tubuhnya.

Keunikan lain, sidat dapat menentukan jenis kelamin sesuai kondisi
lingkungan. Sebelum berwarna keperakan di saat dewasa, sidat melalui
fase transparan (ketika memasuki perairan tawar) dan berubah menjadi
kuning.
Umumnya, ketika sidat dalam fase kuning itulah banyak terjerat
pancing. Sidat sering tertangkap di saluran-saluran air, anak sungai,
sungai, dan danau.
Siklus hidup sidat berbalik dengan ikan salmon. Sidat dewasa (bisa
berusia belasan tahun) memijah di laut berkedalaman 200-1.000 meter,
sebelum kemudian bertumbuh dewasa mencari perairan tawar. Adapun
salmon memijah di hulu sungai kemudian dewasa di laut. Keduanya akan
mati setelah bertelur.
“Hasil penelitian menunjukkan, perairan laut Sulawesi menjadi pusat
pemijahan sidat tropis,” kata peneliti yang pernah menangkap jenis
sidat (Anguilla marmorata) sepanjang 1,72 meter seberat 11 kilogram
(2002) di Danau Poso. Temuan itu diperkuat dua kali penelitian
menggunakan kapal riset Baruna Jaya VII. “Perairan laut di wilayah
tengah Indonesia memang melimpah,” kata Sam Wouthuyzen, rekan satu
tim dengan Yulia.
Populasi terancam
Menurut Yulia, seiring dengan tingginya permintaan konsumsi sidat di
negara-negara maju, seperti Amerika, negara-negara Eropa, Jepang,
Hongkong, Taiwan, dan China, populasi sidat tropis pun terancam.
Menyusul penangkapan berlebihan di alam negara nontropis, permintaan
impor sidat tropis meningkat.
Padahal, hingga saat ini sidat belum dapat dibudidayakan dari telur.
Yang terjadi, sidat-sidat anakan ditangkap dari laut atau sungai lalu
dibesarkan di kolam budidaya. Sidat-sidat itu kemudian diolah di
restoran-restoran mewah bertarif mahal.
Meskipun mahal, seperti hidangan kabayaki di restoran jepang yang
satu porsinya dijual sekitar Rp 400.000, permintaan sidat tidak
pernah menurun. “Di Jepang ada hari khusus mengonsumsi sidat,” kata
Yulia, doktor lulusan Universitas Tokyo.
Hingga kini para ahli dan peneliti sidat belum mampu membesarkan
sidat dari ukuran larva di laboratorium. Untuk mencegah kepunahan
sidat, disepakati agar ada kuota penangkapan dan harus selektif.

Dipublikasi di Artikel | Tag | 2 Komentar

Minyak Ikan Sidat

minyak ikan

Minyak Ikan sidat dibuat dari ekstrak sum-sum ikan sidat segar, mengandung tiga jenis nutrient penting yaitu:  asam lemak omega 3 (DHA & EPA) , Phospholipids dan antioksidan Vitamin E.

Jika tubuh tidak memiliki keseimbangan yang tepat dari asam lemak omega 3 (DHA & EPA) , Phospholipids dan antioksidan Vitamin E maka akan menyebabkan kerusakan sistem prostaglandin tubuh.

Contoh penyakit yang diakibatkan ketidak seimbangan tersebut.

  • Syndrome PMS (premenstrual syndrome)
  • Sakit Abnominal & keram uterine
  • Mual, letih dan lesu
  • Sakit Kepala
  • Kurang nafsu makan
  • Terkait PMS : kegelisahan, depresi dan stres
  • Disfungsi Ereksi pada pria
  • Kolesterol tinggi (high LDLs and Triglycerides)
  • Sakit dan kaku pada persendian, dengan fleksibilitas terbatas
  • Pilek berkelanjutan, bersin, gatal pada mata
  • Radang sendi, Multiple Sclerosis
  • Kelelahan

# Omega 3 (DHA & EPA)

Omega – 3 adalah jenis polyunsaturated fatty acid (omega 6 yang lainnya) yang penting karena tubuh tidak dapat membuat mereka sendiri dan harus berasal dari makanan yang kita makan.  Minyak ikan air dingin (sidat, salmon, tuna , ikan kembung) yang sering absen dalam makanan kita, sumber utama terbaik Omega 3, the EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Mereka adalah penting untuk:


•  Pengembangan dari sistem saraf pusat (otak kaya akan DHA)
•  Mengatur pembekuan dan tekanan darah serta peradangan
•  Mengatur kekebalan tubuh

Pentingnya mengembalikan keseimbangan yang benar

Omega 3 dan Omega 6 memainkan peranan penting dalam proses inflammasi, yang merupakan pusat respon kekebalan tubuh.

Jika Omega 6 adalah pedal yang diperlukan untuk proses inflammasi, sebagai contoh melawan infeksi, omega 3 lah yang menormalkan respon tubuh.

Jika terlalu banyak Omega 6 dalam tubuh, penyakit seperti radang sendi, diabetes, penyakit jantung, dll meningkat dengan signifikan.

Mengembalikan keseimbangan asam lemak tubuh dengan kata lain meningkatkan Omega 3 adalah pendekatan yang logis untuk mengatasi penyakit.

# Phospholipids

Disebut juga “cell gatekeepers”, lemak ini membatasi membran sell yang merupakan benteng mikroskopis yang membantu memfilter toxin, melawan oxidative stress yang disebabkan oleh radikal bebas  yang membuat kerusakan di dalam sel.

Phospholipid  memberikan nutrient penting untuk Neuro-transmisi yang terlibat dalam pengaturan otot, memori, suasana hati, tidur, dan organ kunci seperti jantung.

Seperti Omega 3 dan 6 yang melekat pada phospholipid, mereka secara efektif bioavailable yakni dapat diserap lebih baik dan dimanfaatkan oleh tubuh.

# Antioksidan Vitamin E

Vitamin E yang membantu menetralkan efek yang merusak dari unstabled compounds, disebut juga radikal bebas yang sering menyebabkan masalah kesehatan kronis. Ini adalah Antiosidan yang membantu menstabilkan minyak Omega 3 .

Dipublikasi di Khasiat | Tag , , , , | 6 Komentar

Kandungan Gizi Ikan Sidat

Ikan sidat disebut juga ikan moa, dan nama ilmiahnya adalah Anguilla japonica. Ikan sidat adalah sejenis ikan yang mempunyai nilai gizi sangat tinggi, kaya akan protein serta vitamin D dan E, serta mempunyai mucoprotein yang kaya, disebut sebagai asam amino lemak ganggang dan asam ribonukleat.

Ikan sidat sangat berharga, sejak zaman kuno telah mendapat nama harum seperti “ginseng air”, “emas lunak” dan lain lain, terdapat catatan rincinya pada “Kitab Obat-Obatan Herbal China”, “Kumpulan Obat Ajaib China” dan catatan-catatan kuno lainnya. Ikan sidat dapat meninggalkan hidup di air, daya adaptasinya sangat kuat, dapat hidup di laut, juga dapat hidup di sungai, maupun air tawar.

Sampai sekarang, ikan sidat tak dapat dibudidaya oleh manusia, oleh karena itu nilainya sangat tinggi. Penelitian kedokteran moderen menemukan bahwa kandungan vitamin dan mikronutrien dalam ikan sidat sangat tinggi, di antaranya kandungan vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin A masing-masing adalah 25 kali lipat, 5 kali lipat dan 45 kali lipat susu sapi, kandungan zinc (emas otak) merupakan 9 kali lipat susu sapi. Terutama beberapa tahun belakangan ini ditemukan bahwa ikan sidat mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yang tinggi yang tak ada pada hewan lainnya, sehingga dapat merupakan makanan utama yang memenuhi nafsu makan manusia, tanpa perlu kuatir badan akan menjadi gemuk. Rasa ikan sidat harum dan enak, disebut sebagai “ginseng air”, fungsinya dalam memperpanjang umur dan melawan kelemahan dan penuaan tak ternilai.

Sumber ikan sidat tersebar di berbagai daerah di dunia, pembiakan dengan penangkapan tunas ikan sidat alami dan menjadi ikan sidat air tawar sangat jarang, sedangkan keistimewaan ikan sidat air tawar mempunyai masa pertumbuhan yang pendek dan tak terpolusi zat logam. Teknologi menemukan bahwa daya hidup ikan sidat yang ajaib bersumber dari tulang sum-sumnya yang besar dan kuat. Penelitian modern menunjukkan bahwa tulang sum-sum ikan sidat mengadung beratus-ratus jenis zat bergizi, gizi dan nilai farmakologinya yang istimewa telah mendapat perhatian yang luas dari para pakar.

Dipublikasi di Khasiat | Tag | Tinggalkan komentar

Buku Budi Daya Sidat

Buku Budi Daya Sidat

Penyusun : I Made Suitha, A.Pi & Akhmad Suhaeri
Ukuran : 15 x 23 cm.
Tebal : iv + 44 hlm.
Penerbit : AgroMedia Pustaka
ISBN : 979-006-190-0
Harga : Rp 17.000,-

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | 16 Komentar

Teknik Budidaya Cacing Tubifek / Sutra

cacing tubifex

Persiapan Bibit

Bibit bisa dibeli dari toko ikan hias atau diambil dari alam

Note : Sebaiknya bibit cacing di karantina dahulu karena ditakutkan membawa bakteri patogen.

2. Persiapan Media

Media perkembangan dibuat sebagai kubangan lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap tiap kubangan dibuat petakan petakan kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm

20 cm x 20 cm

20 cm x 20 cm

20 cm x 20 cm

20 cm x 20 cm

20 cm x 20 cm

20 cm x 20 cm

20 cm x 20 cm

20 cm x 20 cm

1 M x 2M

3. Pemupukan

Lahan di pupuk dengan dekak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/m2 atau dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/m2.

4. Fermentasi

Lahan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3-4 hari.

5. Penebaran Bibit

Selama Proses Budidaya lahan dialiri air dengan debit 2 – 5 Liter / detik

6. Pemanenan

Cacing Bisa dipanen setelah 8 – 10 hari.

http://maswira.blogspot.com
Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | 12 Komentar